imvina

Target Marketing & Positioning

Posted on: October 3, 2011

Hi everyone!ūüėÄ Ga kerasa sebentar lagi udah mau UTS aja ya nih.. -_-” Rasanya sekarang yang namanya 1 semester tuh cepat banget, ga berasa lho, haha..

Well, pada post kali ini kita akan berbicara mengenai TARGET MARKETING

Target Marketing sendiri mempunyai hubungan yang dengan Segmentasi Pasar karena target market merupakan tahap selanjutnya dari proses analisa segmentasi atau dengan kata lain analisa segmentasi itu menghasilkan target market.

Target market ini akan memudahkan penyampaian pesan secara lebih tepat dan menghindari pesan itu jatuh pada kelompok diluar target market yang dituju.

Nah, berikut ini adalah kriteria memperoleh target market yang optimal:

a. RESPONSIF

Pasar yang dituju harus responsif  terhadap produk yang akan diluncurkan. Untuk mendapatkan respon positif maka perlu diketahui target market yang tepat sebelumnya. Responsif pasar bisa diketahui dengan bantuan riset pasar atau melakukan jajak pendapat dengan mengacu pada segmentasi pasar konsumen.

b. POTENSI PENJUALAN

Potensi ini tidak hanya dihitung dari jumlah populasi, tetapi juga ditentukan oleh daya beli dan keinginan pasar untuk memilikinya. Keinginan ini harus diciptakan dengan mempertimbangkan kesiapan pasar menerima produk tersebut, kelayakan produk, dan kemampuannya meningkatkan kepuasan konsumen. Persiapan analisa awal serta pertimbangan yang matang akan mendapatkan target potensi penjualan yang baik.

c. JANGKAUAN MEDIA

Media untuk promosi memiliki pengaruh besar terhadap tercapainya hasil optimal dari pemasaran suatu produk. Target market harus dapat dicapai dengan optimal sehingga perlu perencanaan media iklan yang tepat serta memahami karakter media tersebut.

d. SENSITIFITAS TERHADAP PASAR

Untuk menempatkan sebuah target market maka perlu selalu memantau keadaan dinamika pasar secara konsisten.

Next, kita akan belajar mengenai POSITIONING yang merupakan penempatan suatu figur / nama yang melekat kuat dalam benak pikiran seseorang.

Suatu hal yang dilakukan untuk mempengaruhi otak konsumen, menempatkan produk tertentu dalam khayalannya, sehingga calon konsumen memiliki penilaian tertentu & mengidentifikasi dirinya dengan produk tersebut. Atau dengan kata lain membuat citra produk yang dapat ditawarkan pada konsumen sehingga memperoleh posisi yang jelas dan mengandung arti di benak konsumen.

Untuk membangun Positioning diperlukan beberapa syarat, antara lain:

a. Kajian Konsumen

Positioning harus dipersepsi positif oleh konsumen menjadi ‚Äúreason to believe‚ÄĚ (alasan untuk dipercaya) yang memicu pembelian. Hal ini terjadi bila positioning dapat mendeskripsikan value yang dimiliki.

b. Perusahaan Produsen

Kapabilitas dan kekuatan internal perusahaan. Jangan memberi janji melampaui kemampuan yang dapat dilakukan.

c. Kompetitor

Positioning harus bersifat unik sehingga dapat membedakan diri dengan para pesaing. Ada kalanya pesaing itu dapat membawa efek positif dalam suatu bisnis, dengan adanya pesaing kita dapat semakin memacu efektifitas dari produk kita agar tidak kalah bersaing.

d. Perubahaan

Positioning harus berkelanjutan dengan selalu relevan dengan berbagai perubahan bisnis, perilaku, budaya, dan lainnya.

Berikut merupakan dasar dari positioning sebuah jasa:

a. Relability ( tahan uji )

b. Assurance ( jaminan )

c.  Tangibles ( bukti yang nyata )

d. Emphaty ( perasaan )

e. Responsiveness ( pertanggung jawaban)

Selanjutnya ada dasar dari Positioning agar bisa diterima pada masyarakat, yaitu:

a. Melalui Karakteristik Produk

Suatu produk dapat diterima didalam masyarakat apabila produk tersebut memiliki karakteristik yang jelas dalam segi karakter yang dimilikinya dan  mudah dikenali oleh konsumen.

Contoh : Cornetto Mini diposisikan bukan sebagai eskrim biasa tapi lebih sebagai cemilan di waktu senggang, misalnya ketika nonton TV.


b. Melalui Pengutamaan Harga

Pengiklan memilih harga yang murah sebagai hal yang ditonjolkan, pengiklan maupun biro iklan harus berhati-hati dengan strategi penonjolan harga ini karena untuk konsumen harga sering diasosiasikan dengan mutu.

Contoh : Sabun mandi GIV memasang harga yang lebih murah daripada LUX

c. Melalui Pengutamaan Penggunanan Produk

Pengiklan harus memilih kegunaan khusus dari produknya untuk memposisikan diri. Suatu produk biasanya dikaitkan dengan kegunaan khusus.

Contoh : Body lotion Vaseline mempunyai banyak varian dengan fungsi yang berbeda-beda, seperti untuk whitening, sunblock, moisturizer, dll

d. Melalui Kelas Pemakai Produk

Memposisikan produk dalam suatu kelas tertentu.

Contoh: Bebelac adalah susu khusus untuk usia bayi dan balita.

e. Melalui Kelas Produk

Beberapa produk yang ‚Äúterjepit‚ÄĚ perlu melakukan keputusan positioning yang kritis dengan mengaitkan pada kelas yang bersangkutan.

Contoh: Roti Hoshi yang belum begitu lama keluar terjepit diantara BreadTalk dan BreadLife yang sudah lama keluar terlebih dahulu, sehingga Hoshi memilih slogan “Japanese Healthy Bread”, dimana tidak hanya rasa tapi kesehatan pun diutamakan

f. Melalui Simbol Kultur / Budaya

Simbol yang dijadikan identifikasi ini memiliki arti penting bagi konsumen. Simbol ini tidak digunakan oleh pesaing lainnya.

Contoh: Purbasari mengambil latar belakang Kerajaan di Indonesia dengan logo putri raja

g. Melalui Kompetitor

Proses  menjadikan produknya no.1 dibandingkan dengan pesaingnya yang nomor 2. Secara budaya tipe ini kurang etis di Indonesia, tapi sudah mulai terlihat meski tidak secara terang-terangan menyebutkan merek.

 

God is Good,

 

VINA

1 Response to "Target Marketing & Positioning"

sip Brow,tks ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: