imvina

Author Archive

Brand harus dikomunikasikan dan difokuskan pada :

1. Konsistensi Prestasi

Brand & cara  perusahaan menampilkan melalui strategi dari elemen, gaya, tone, identitas, nama, integritas dalam keseluruhan komunikasi yang seharusnya konsisten seluruhnya.

2.  Internal Komunikasi

Strategi komunikasi dan pesan sebaiknya diberitahukan kepada karyawan perusahaan pada semua tingkatan dan organisasi, karena karyawan tersbut adalah kepanjangan suara dari perusahaan.

3. Support Pasar

Perusahaan sebaiknya menyediakan pendukung komunikasi untuk pasar lokal dan memasukan kebutuhan produk dalam strategi bisnis, organisasi, dan keahlian mengkomunikasikan.

 4. Efisiensi

Setiap perusahaan ingin meraih uang lebih dalam komunikasi mereka dengan cara lebih berhati-hati menentukan target audiens, mengelola sumber-sumber, merencanakan budget & kontrol, memelihara kemampuan komunikan personal.

10 KUNCI BRAND YANG KUAT :

1. Coherency ( Keterkaitan )

Temukan janji, pikirkan apa yang akan dijual kepada pelanggan, bukan hanya produk.

2. Consistency ( Berkelanjutan )

Tempatkan produk dalam suatu pandangan secara terus menerus, branding membutuhkan latihan dan kebihakan yang memungkinkan diperhatikan oleh audience.

3. Credibility (Kepercayaan)

Bangun kredibilitas perusahaan anda, suatu brand yang kuat hanya dapat dibangun dari fondasi yang kuat.

4. Intergration ( Penggabungan )

Bariskan organisasi untuk mensupport arti “konsistensi” brand dalam setiap cara interaksi dengan audiensi (menggabungkan seluruh orang di organisasi untuk menyamakan pemikiran dan pendapat).

5. Differensiation

Mempunyai nilai beda dengan yang lain / unique.

6. Risk (Resiko)

Berani untuk tampil beda, kesuksesan dituntun oleh bagaimana mengkalkulasikan kesempatan mengikuti visi.

7. Support ( Dukungan )

Investasikan brand, kesinambungan dengan kritik, reputasi, manajemen berlangsung lambat dan proses yang kumulatif.

8. Fokus (Konsentrasi)

Fokuskan brand ke arah kritik dari audience.

9. Relevance (Hubungan)

Evaluasi brand yang kita miliki dan temukan strategi.

10. Leadership (Kepemimpinan)

Berikan seseorang untuk bertanggung jawab kepada suatu brand.

PENGENALAN BRAND / MEREK

6 pengertian merk / brand :

Atribut

Manfaat

Nilai

Budaya

Kepribadian

Pemakai

God is Good,

VINA

Gaya dalam pelaksanaan pesan iklan adalah bagian dari eksekusi pesan iklan, jadi pembahasan kali ini masih berhubungan dengan yang sebelumnya :)

Tanpa basa-basi lagi, berikut gaya-gaya dalam pelaksaan pesan iklan tersebut:

1. Menjual Langsung

Gaya ini langsung tertuju pada informasi produk.

2. Potongan Kehidupan (Slice of Life)

Gaya ini didasarkan pada pendekatan pemecahan masalah sehari-hari.

3. Gaya Hidup (Life Style)

Gaya ini menekankan bagaimana suatu produk sesuai dengan suatu gaya hidup.

4. Khayalan (Fantasy)

Gaya ini menciptakan fantasi disekitar produk tersebut atau penggunanya.

5. Suasana / Citra (Mood or Image)

Gaya ini menciptakan pendekatan yang membangkitkan suasana / citra di sekitar produk untuk menciptakan sugesti.

6. Simbol Kepribadian

Gaya ini menciptakan sebuah karakter yang menjadi personifikasi produk tersebut. Karakter bisa berbentu orang, binatang, atau animasi.

7. Keahlian Teknis

Gaya ini menciptakan pendekatan, keahlian, pengalaman dan kebanggan terhadap perusahaan melalui memproduksi produknya dengan teknis yang sangat akurat.

8. Bukti Ilmiah

Gaya ini menggunakan pendekatan dengan menyajikan bukti surbey / bukti ilmiah untuk memperkuat bukti kualitas produk. Cocok untuk obat-obatan / farmasi.

9. Bukti Kesaksian

Gaya ini menggunakan sebuah personal saat menggunakan produk dan memberikan komentar pengalamannya pada khalayak umum.

Nah, disamping memberikan pelajaran mengenai gaya dalam pelaksaan pesan iklan di atas, minggu kemarin Pak Santo juga memberikan 10 RUANG LINGKUP IDE DALAM MEMBUAT IKLAN :)

1. Name Of  The Product

2. Product It Self

3. Packaging

4. How The Product It’s Made

5. Product History

6.  Something Around Us

7. What Happend Without The Product

8. What Happend With The Product

9. What Happend With The Product and Without The Product

10. Media Where The Product Will Run For

 

BRAND / MERK

Merupakan sebuah nama dari sebuah produk maupun jasa termasuk jati diri kita sebagai manusia.

Anda adalah sebuah ‘brand’=’image’=’reputasi’ dari pribadi anda.

Brand/merk juga bisa mengidentifikasi sebuah rganisasi ataupun badan usaha

Branding merupkan penjual awal bagi suatu produk kepada konsumen

Nama merk tak lebih dari sebuah kata dibenak konsumen.

Inti dari proses pemasaran adalah membangun merk di benak konsumen.

Kekuatan merk terletak pada kemampuannya untuk mempengaruhi perilaku pembelian.

Namun, nama merk yang terdapat dikemasan suatu produk lebih kuat dihasilkan dari “Brand”  dibandingkan sales / penjualan itu sendiri.

Aktivitas selling tercakup di dalam merk.

Dan terkadang, nama merk yang terdapat dikemasan produk tidaklah sama dengan nama merk yang tertera di benak konsumen.

Di era multimedia ini penguasaan suatu produk lebih kuat.

 

BRAND GLOBAL

Merupakan sebuah merk produk yang dapat menjangkau sampai keluar wilayah negara. Meliputi jangkauan geografi yang luas dan tersedia dalam jumlah besar.

Power of  ♥,

VINA

Dalam sebuah keputusan eksekusi pesan iklan, diperlukan sebuah gaya tarik untuk menarik perhatian dari konsumen. Tapi apa sih sebenarnya eksekusi iklan itu?

 Definisi eksekusi iklan sebagai berikut : “eksekusi iklan merupakan tahap final atau hasil akhir dari proses pembuatan sebuah iklan. Eksekusi merupakan hasil atau perwujudan dari sebuah strategi kreatif iklan”

Berikut hal-hal yang menjadi gaya tarik tersebut :

Daya Tarik Selebritis

Selebritis sebagai figure dalam masyarakat yang biasa menjadi contoh dalam perilakunya. Daya tarik ini dipakai produsen untuk memperkuat dan turut mendorong konsumen untuk membeli produk tersebut.

Pertimbangan lain menggunakan selebritis berkait dengan popularitasnya serta kemenarikannya, kredibilitas, profesi, status kepemilikan perusahaan pemakai merk.

Daya Tarik Humor

Para pengiklan menggunakan humor sebagai bumbu untuk memicu perhatian, memandu konsumen secara menyeluruh terhadap tuntuntan produk, mempengaruhi sikap, menciptakan tindakan konsumen membeli produk.

Survey para praktisi iklan humor merupakan salah 1 yang efektif dalam penyampaian pesan iklan, karena :

a. Humor merupakan metode efektif untuk menarik perhatian

b. Humor menyempurnakan kesukaan, baik terhadap iklan maupun merk yang diiklankan

c. Humor tidak merugikan secara keseluruhan

d. Humor tidak memberikan keunggulan terhadap non-humor untuk meningkatkan persuasi

Humor digunakan untuk mempertahanksn produk, selain itu humor juga cocok untuk produk yang lebih berorientasi pada perasaan.

Daya tarik Rasa Takut

Daya tarik seperti ini cocok untuk memperbaiki motivasi.

Mengidentifikasi rasa takut meliputi 2 hal, yaitu :

-  Mengidentifikasi konsekuensi negatif jika tidak menggunakan produk

-  Mengidentifikasi konsekuensi negatif terhadap perilaku yang tidak aman

Daya tarik rasa takut kita dapat lihat dari terhadap tanggapan dari pasar. Daya tarik rasa takut juga efektif jika penerima pesan percaya diri dan lebih suka mengendalikan bahaya daripada menghindarinya. Serta penerima pesan bukan pemakai produknya. Misalnya : mencegah bukan perokok untuk tidak merokok lebih efektif daripada menghentikan perokok.

Daya Tarik Kesalahan

Di sini, kita harus mengambil celah kesalahan dari suatu produk yang digunakan oleh para konsumen. Kita harus bisa meyakinkan konsumen bahwa ia salah menggunakan produk tersebut dan meyakinkannya untuk menggunakan produk yang kita miliki sebagai produk terbaik di hati konsumen.

Misalnya yaitu produk baygon yang sangat ampuh dalam membunuh nyamuk dibandingkan produk lainnya.

Daya Tarik Komparatif / Perbandingan

Iklan komparatif lebih baik dalam meningkatkan kesadaran merk dibandingkan iklan non-komparatif. Iklan komparatif cenderung lebih cocok dengan sikap terhadap merk yang diiklankan khususnya merk tersebut. Iklan komparatif secara umum mendorong lebih kuat intensitas kontrakan untuk membeli merk yang diinginkan.

Daya Tarik Positif / Rasional

Daya Tarik emosional berhubungan dengan kebutuhan psikologis konsumen untuk membeli suatu produk.

Konsumen termotivasi untuk membeli umumnya karena faktor emosional terhadap produk yang dianggap lebih penting dibandingkan lebih mengetahui kualitas produk tersebut.

 

♥ Your Life,

VINA

Iklan AKROBAT? Mungkin kalian akan mengira iklan AKROBAT adalah iklan mengenai pertunjukkan akrobat, tetapi itu salah besar karena iklan AKROBAT yang saya maksud adalah iklan yang dibatasi penggunaannya dalam masyarakat.

Yang termasuk dalam iklan AKROBAT adalah

1. Alkohol

2. Kondom

3. Rokok

4. Obat-obatan

Nah, karena iklan AKROBAT ini tidak bisa seperti iklan-iklan lainnya (karena sekali lagi, iklan AKROBAT dibatasi penggunaannya), maka ada cara untuk menyiasati iklan AKROBAT

 

ATURAN IKLAN ROKOK

Iklan rokok secara tegas melarang memperlihatkan produk rokok serta asap-asap rokok. Namun itu justru menguntungkan dan  membebaskan pembuat iklan dari aturan-aturan yang konservatif yang sering diperintahkan klien.

Para pembuat iklan rokok dapat berkreasi lebih luas dengan hanya mengambil salah satu atirbut terkuat dari brand tersebut sebagai landasan kreatifnya

Oleh karena itu lah jika kita lihat iklan-iklan rokok yang ada, khususnya di Indonesia, tidak ada satu batang rokok pun yang diperlihatkan. Meskipun begitu, semua orang tetap bisa tahu bahwa itu adalah iklan rokok karena logo dan motto brand rokok tersebut tetap diperlihatkan.

Iklan Rokok A Mild

 

ATURAN IKLAN PHARMACEUTICAL / IKLAN OBAT-OBATAN

Sangat menyulitkan biro iklan karena disamping ada kata-kata visual yang tidak boleh digunakan, ada juga kata-kata yang justru dicantumkan.

Pihak POM sering menghakimi sebuah iklan dengan standar yang tidak seragam. Sampai sekarang masih banyak kebingungan yang dialami praktisi periklanan tentang mana iklan yang melanggar mana yang tidak melanggar.

Akibat dari aturan ini, yaitu:

Iklan obat-obatan / multivitamin dan sejenisnya menjadi paritas satu sama lain.

Iklan kondom untungnya masih berpeluang untuk tetap kreatif. Mungkin karena produk ini tidak berbahaya seperti menelan obat, sehingga perkaranya tidak terlalu ketat seperti iklan obat.

Bagaimana menyiasatinya? Perlu dipikirkan untuk melakukan pendekatan fun seperti halnya iklan rokok. Jadi meskipun produk tersebut bukan produk yang ‘fun’, bukan berarti kita tidak bisa melakukan pendekatan secara fun.

 

ATURAN IKLAN ALKOHOL

Iklan jenis ini sangat dilarang dipublikasikan di media elektronik dan media terkemuka (above the line). Padahal iklan alkohol sangat inspiring bagi pembuat iklan. Itulah sebabnya iklan-iklan produk alkohol cenderung kreatif.

Cara menyiasati iklan alkohol adalah dengan bergerilya pada below the line atau pada event-event tertentu.

Iklan Cass Light Beer

 

ABOVE THE LINE (Media Lini Atas) Dan BELOW THE LINE (Media Lini Bawah)

Above The Line (ATL) adalah aktifitas marketing/promosi yang biasanya dilakukan oleh manajemen pusat sebagai upaya membentuk brand image yang diinginkan, contohnya : iklan di Televisi dengan berbagai versi.
Sifat ATL merupakan media ‘tak langsung’ yang mengenai audience, karena sifatnya yang terbatas pada penerimaan audience.
Below The Line (Media Lini Bawah) adalah segala aktifitas marketing atau promosi yang dilakukan di tingkat retail/konsumen dengan salah satu tujuannya adalah merangkul konsumen supaya aware dengan produk kita, contohnya : program bonus/hadiah, event, pembinaan konsumen dll.
Semua aktifitas ini biasanya dilakukan oleh kantor perwakilan di daerah yang menjadi area pemasarannya. Pada intinya aktifitas BTL selalu bertujuan untuk mendukung dan memfollow up aktifitas ATL.
Sifat BTL merupakan media yang ‘langsung’ mengena pada audience karena sifatnya yang memudahkan audience langsung menyerap satu produk/pesan saja.
source: emjaiz.wordpress.com/2009/10/30/above-the-line-media-lini-atas-dan-above-the-line-media-lini-bawah/

Hari Kamis 2 minggu yang lalu, tepatnya tanggal 2 November 2011, saya pergi ke pameran percetakan bertajuk ALLPRINT INDONESIA 2011 yang diadakan di Jakarta International Expo Kemayoran. Sebenarnya pada awalnya saya tidak tahu (dan tidak berminat :p) untuk datang ke sana, tapi berhubung Mr Santo memberitahu dan menugaskan untuk cari ilmu ke sana, akhirnya saya dan 6 teman saya yang lainnya pergi ke sana :D

Ada banyak perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam pameran ini. Kebanyakan perusahaan-perusahan itu berperan sebagai supplier ataupun distributor mesin saja, tetapi ada juga yang sekaligus menjual material hingga menawarkan jasa percetakan itu sendiri.

Beberapa perusahaan yang ikut berpartisipasi dalam pameran digital printing tersebut antara lain : PT. Nusindoprima Indah, PT. Bintang Cakra Kencana, PT. Arotech International, PT. Victoria Inti Persada, PT. Artha Intilestari, PT. Epson Indonesia, PT. Eka Maju Mesinindo, Indokarta, Grogol Jaya, Aneka Warna, eInstruction, Cyber (PTE) Limited, TATA Office Products Inc, Prodigi, dan masih banyak lagi.

Well, perjalanan saya ke sana cukup berat, dari Tanjung Duren, saya harus ke rumah teman saya yang di Pademangan, karena rumah dia yang paling dekat dengan JCC. Dari Tanjung Duren saya harus naik busway dan angkot untuk bisa sampai ke rumah teman saya. Kondisi cuaca yang super duper panas waktu itu sukses bikin baju saya basah dan rambut saya lepek, haha.. -_-“

Dari rumah teman saya itu kami pergi naik 2 bajaj ke JCC. Sampai di JCC kami langsung mencari Hall D, dan untungnya tidak susah untuk menemukannya :)

Sebelum masuk ke ruang pameran kami harus registrasi terlebih dahulu untuk dapat name tag. Tanpa name tag kita tidak diperbolehkan masuk ke ruang pameran.

Begitu masuk ruang pameran jreng jreennngggg, bingung mau ngapain, sejauh mata memandang banyak mesin-mesin yang tidak jelas fungsinya apa, haha..

Akhirnya berbekal keterampilan komunikasi yang lumayan kita berpencar jadi 3 grup dan mulai tanya sana-sini dan mendapatkan informasi yang awalnya benar-benar kita ngga tahu. Untungnya kebanyakan dari orang-orang di pameran itu ramah-ramah dan mau berbagi ilmu dengan kami. :)

Banyak sekali ilmu yang saya dapatkan, dari pameran ini saya seperti menemukan dunia lain dari percetakan. Berikut akan saya beberkan ilmu-ilmu tersebut :p

PROSES PERCETAKAN

Percetakan ternyata tidaklah seringkas yang selama ini kita pikirkan: tinggal menyediakan disain lalu masuk ke mesin cetak dan selesai. Memang benar, dalam proses percetakan tertentu cukup dengan cara seperti itu, misalnya jika kita ingin membuat poster, kita hanya perlu membuat disain posternya lalu mencetaknya. Tetapi hal tersebut tidak berlaku untuk semua proses percetakan. Misalnya saja untuk mencetak yang ribuan harus menggunakan yang namanya plate (akan dijelaskan dibagian mesin) agar hasilnya lebih bagus dan lebih murah. Salah satu contohnya, untuk mencetak koran yang beribu-ribu eksemplar, pertama tiap halamannya harus dicetak ke kalkir atau film, lalu di cetak ke plat, dan terakhir baru dicetak ke atas kertas korannya.

Proses percetakan sendiri sebenarnya bukan hanya sekedar mencetak. Sebelum mencetak tentu perlu yang namanya membuat disainnya, lalu mencetaknya, dan yang terakhir adalah finishing seperti di bentuk, di lipat, di lem, di lubangi, di jilid, dan sebagainya. Contohnya, jika kita ingin membuat kardus, setelah membuat disain kardusnya, lalu dicetak, dan setelah itu harus mengalami proses pelipatan dan pengeleman hingga akhirnya berbentuk kardus yang benar.

Jika membicarakan mengenai percetakan, sebenarnya tidak hanya yang namanya mencetak di atas kertas, tetapi juga termasuk mencetak di atas material-material lain seperti kanvas, kaca, kain, plat, plastik, akrilik, kulit, plastik, keramik, plywood, kayu, PVC, dan masih banyak lagi. Mencetak pun dapat dengan berbagai bentuk dan ukuran.

MESIN

Di pameran tersebut terdapat berbagai macam mesin percetakan dengan teknologi yang sangat canggih, dan dengan merek, harga, serta kualitas yang bermacam-macam. Sebagian besar mesin berasal dari daerah China, seperti GuangZhou dan Taiwan, tetapi ada juga yang berasal dari negara lain seperti Jepang.

Harga mesin-mesin percetakan pada umumnya ditawarkan dalam US$, dengan kisaran 20.000 US$ hingga ratusan ribu US$. Jika dilihat dari kisaran harga yang terdapat di dalam pameran mesin tersebut, menurut kami relatif mahal, Tetapi di balik itu semua, “harga tidak membohongi” dalam arti bahwa tingkatan harga, disesuaikan dengan kegunaan serta tingkat kualitasnya. Para pengusaha yang bergerak di bidang advertising tentunya tidak akan ragu untuk mengeluarkan dana yang besar untuk membeli sebuah mesin yang memang memiliki manfaat untuk kemajuan perusahaannya dalam menciptakan hal-hal yang baru demi kepuasan para pelanggannya.

Beberapa mesin cutting plotter yang digunakan dalam percetakan misalnya yaitu Laser Engraving Machine dan Laser Cutting Bed. Mesin-mesin ini digunakan untuk mencetak spanduk, sticker, photo, dll dalam ukuran yang besar. Lalu ada juga mesin grafir untuk mencetak akrilik. Biasanya mesin-mesin tersebut digunakan di pabrik-pabrik besar yang memang bermain di dalam dunia percetakan/periklanan. Selain itu, tentunya masih banyak lagi mesin-mesin lainnya yang sangat berteknologi tinggi.

Jika kita ingin mencetak lebih dari 1000 cetakan biasanya kita menggunakan mesin offset. Mesin cetak  yang menggunakan plate berbahan alumunium terbagi menjadi dua : (1) CTP ( Computer to Plate  ) plate mahal dan mesin murah, (2) CTCP ( Computer to Conventional Plate ) plate murah dan mesin mahal.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih ada juga plate yang tidak menggunakan alumunium lagi tetapi hanya menggunakan arsi paper yang menggunakan thermal digiplater.

Mesin digital printing dibagi menjadi indoor dan outdoor, yang dibedakan berdasarkan kualitas dan kegunaannya.

Mesin Indoor mempunyai kualitas tinggi, hasil cetakannya lebih bagus, gambarnya lebih jernih dan tajam karena orang melihat dari jarak dekat. Biasanya untuk diletakkan di dalam ruangan ataupun yang diliat secara dekat seperti banner, foto, poster, flyer, dan sebagainya. Tinta yang digunakan adalah jenis water base sehingga tidak tahan terhadap sinar matahari atau air. Hasil cetak Indoor tidak dapat digunakan di luar ruang melebihi 1 bulan dan harga cetaknya lebih mahal.

Sedangkan untuk outdoor kualitasnya tidak sebagus indoor. Mesin Outdoor mencetak dengan kualitas rendah. Biasanya untuk digunakan di luar ruang seperti billboard, baliho, dan iklan yang ditempel di mobil. Tinta yang digunakan adalah tinta solvent(minyak) sehingga tahan terhadap cuaca, matahari dan hujan. Daya tahan bergantung dari kualitas tinta dan kualitas dari bahan/media cetak.Karena kualitas tidak sebaik indoor biayanya lebih murah. Namun sekarang banyak mesin-mesin cetak outdoor dengan kualitas indoor, sehingga hasil cetakannya lebih bagus.

Selain itu, dalam pameran tersebut juga banyak bermacam-macam alat penjilidan yaitu seperti Drill Punchs, Ho-Punchs, Punch Boy. Alat-alat ini digunakan untuk menjilid serta melubangi kertas dalam jumlah yang banyak. Jenis binding wires yang digunakan, terdapat banyak model serta ukuran. Ada yang berbentuk spiral, comb, wire, dll. Di samping itu, ada juga yang namanya Punch Paper, Check Writer, Paper Shredder serta Ruler&Cutter. Semua alat-alat tersebut juga merupakan bagian dari proses penjilidan. Di sana juga terdapat mesin fotocopy dengan penciptaan teknologi yang lebih canggih, serta design yang lebih kecil dan simple.

MATERIAL BAHAN

Jika kita ingin mencetak spanduk bahan yang terbaik adalah FLEXI APOLLO dengan tingkat gramatur sebesar 340 .

Jika kita ingin mencetak sticker maka yang paling baik menggunakan bahan AVERY karena cetakannya yang lebih bagus dengan tingkat kelenturan 1000 dengan kualitas terbaik.

Beberapa jenis bahan lain yang digunakan untuk mencetak spanduk, sticker,photo, dll antara lain :

  1. Canvas Paper

Jenis kertas ini jika kita gunakan untuk mencetak photo akan menghasilkan cetakan dengan sentuhan canvas layaknya sebuah lukisan. Hasil akhir cetakan akan menampilkan photo yang persis dengan kertas canvas.

2.  Pemium Glossy Photo Paper

Kertas jenis ini biasa disebut oleh para penggunanya dengan sebutan high glossy, kertas jenis ini mampu menghasilkan cetakan dengan efek yang lebih mengkilap. Kertas jenis ini sangat cocok untuk mengcetak photo dengan resolusi tinggi. Walaupun harga kertas ini lebih mahal tetapi jika kita gunakan, akan menghasilkan cetakan photo yang maksimal dan lebih cerah.

3.  Double-Side Paper

Jenis kertas ini mampu digunakan untuk mencetak photo pada kedua sisinya (depan dan belakang). Kualitas photo yang dihasilkan juga cukup bagus, tidak

terlalu mengkilap dan cenderung doff. Jenis kertas ini cocok digunakan untuk mencetak pamflet yang biasanya digunakan untuk sarana promosi, sehingga para konsumen dapat melihat dikedua sisinya.

4. Laster Photo Paper

Laster photo paper biasanya digunakan untuk keperluan dokumenter karena jenis kertas ini sangat awet bahkan bisa bertahan hingga puluhan tahun, tidak mudah pudar, mampu menghasilkan efek doff, dan sangat cocok untuk photo dengan resolusi tinggi. Permukaan kertas yang mirip kulit jeruk adalah ciri khas untuk membedakan dengan jenis kertas lain. Ketahanan hasil cetakan membuat para konsumen puas, mungkin jenis ini bisa menjadi pertimbangan jika kita ingin serius didunia digital photo printing.

 

5.  Glossy Photo Paper

Kertas ini merupakan jenis standar cetak photo. Dengan jenis kertas yang mengkilap dan putih mampu menghasilkan cetakan yang cemerlang. Dapat digunakan untuk photo resolusi tinggi dan harga kertas yang relatif murah (standar cetak photo).

6. Sticker Glossy Photo Paper

Sering kita menjumpai sticker yang menampilkan photo dengan warna dasar kertas putih dan mengkilap, jenis ini sangat cocok untuk keperluan pembuatan sticker serta mampu mencetak photo beresolusi tinggi.

7.  Inkjet Paper

Kertas ini kurang cocok untuk keperluan digital photo printing, jenis kerta inkjet ini biasanya digunakan untuk keperluan grafis, seperti mencetak sketsa gambar, proof arsitektur rumah, grafik bar, dan sebagainya. Kualitas kertasnya lebih bagus dari jenis HVS karena serapan pada tinta lebih bagus dan cepat kering.

8.  Sublim Paper

Kertas jenis ini bukan digunakan untuk mencetak photo sebagai pajangan dirumah, didompet atau untuk dibingkai tetapi kertas ini digunakan sebagai mediator (media perantara) transfer gambar ke t-shirt (kaos). Jadi bila kita ingin sebuah gambar dipindahkannya ke t-shirt (kaos) maka gunakanlah jenis Sublim Paper karena kertas ini mampu memindahkan tinta dengan maksimal ke t-shirt.

Itulah jenis-jenis kertas yang banyak beredar dipasaran, tetapi sebenarnya masih begitu banyak jenis lainnya. Jenis yang sudah dijelaskan adalah yang paling mudah untuk ditemukan disekitar kita. Kemampuan kita sangat mempengaruhi hasil akhir cetakan, dengan mengenal jenis kertas memudahkan kita menyesuaikan dengan keperluan cetak. Berikut kami lampirkan beberapa contoh bahan di halaman terakhir.

MATERIAL TINTA

Ada 2  jenis tinta yang biasanya sering digunakan untuk digital printing  yaitu tinta waterbase dan tinta solvent.

Waterbase dibedakan lagi menjadi tinta dye dan tinta pigment. Tinta dye mempunyai kualitas warna yang sempurna tetapi tidak tahan lama jika digunakan pada outdoor. Tinta pigment kualitas warnanya juga baik tetapi tidak sebaik tinta dye namun sangat tahan jika digunakan di dalam ataupun luar ruangan.

Tinta Solvent juga terdiri dari standart solvent dan eco solvent. Tinta Eco solvent cocok untuk indoor dan sangat ramah lingkungan karena tidak bau sehingga tidak memerlukan ventilasi khusus dalam proses penggunaannya. Standart solvent cocok digunakan di luar ruang akan tetapi tinta ini menimbulkan bau yang menyegat karena tidak ramah lingkungan seperti eco solvent.

Sekian ilmu yang saya dapat dari pameran tersebut, semoga bisa bermanfaat bagi kalian juga :)

 

Harmony of Life,

VINA

Annyeong! Long time no see, hahaha..  Ngga terasa udh lewat dari tengah semester aja, dan ga lama lagi tau-tau udah UAS :)

Well, materi pertama setelah UTS di semester 3 ini adalah mengenai Menentukan Kriteria Iklan yang Baik dan yang Kurang Baik

Tiap hari tentu kita melihat begitu banyak iklan dimana-mana, entah itu di televisi, radio, di jalanan, kampus, sekolah, kantor, mall, dan masih banyak lagi. Dari begitu banyaknya iklan yang ada tentu terdapat iklan yang baik dan yang kurang baik (jelek? :p).

Nah, lalu bagaimana sih menentukan suatu iklan termasuk iklan yang baik atau tidak?

Djokolelono ( Creative Director Grey Advertising ) merumuskan prinsip-prisip penilaian iklan yang baik adalah iklan yang memiliki unsur SUPER “A” yaitu :

1. SIMPLE

Suatu iklan yang baik adalah iklan yang sederhana dan dapat dimengerti hanya dengan sekali lihat. Pengertian SIMPLE dapat diartikan tidak banyak elemen didalamnya serta komunikatif. Komutikatif berarti mempunyai kekuatan untuk mengajak konsumennya untuk berkomunikasi.

Iklan Volvo ini ingin menunjukkan bahwa setiap mobil Volvo adalah mobil yang ramah lingkungan. Iklan ini memang terlihat simpel dengan latar belakang hijau muda, gambar mobil yang cukup unik karena seluruh mobil ditutupi oleh rumput, dengan tulisan utamanya di kiri bawah “Every Volvo is a Green Volvo”. Orang yang melihatnya akan langsung mendapatkan inti dari iklan ini, yaitu ‘Volvo adalah mobil yang ramah lingkungan’.

2. UNEXPECTED

Sebuah iklan harus tidak terduga (unik), dapat menempatkan diri dalam benak pikiran masyarakat. Iklan yang unexpected akan jauh lebih diingat oleh konsumen dan akhirnya menjadi top of mind, dalam segmentasinya.

Pada iklan ini ditampilkan sebuah keunikan berupa seorang pria yang terbang dengan balon udara, namun api yang dihasilkan untuk menerbangkan balon udara itu bukan berasal dari gas melainkan dari mulut pria yang kepedasan karena makan “Pringles Hot & Spicy”. Karena keunikan konsep iklan ini orang akan mengingat terus iklan ini, di sisi lain juga dapat membuat orang penasaran sepedas apakah Pringles Hot & Spicy itu, sehingga iklan ini juga mempersuasi orang untuk mencoba atau paling tidak mengingat rasa baru Pringles ini.

3. PERSUASIVE

Persuasif artinya meyakinkan (daya bujuk), mempunyai pengaruh untuk orang untuk melakukan sesuai dengan keinginan dalam iklan tersebut. Iklan yang persuasive dapat mendekatkan diri dengan Brand kita dan dapat membuat kita tertarik untuk mencobanya. Persuasive membuat kita dapat mengingat suatu brand.

Iklan shampoo Clear ini memperlihatkan bagaimana bagusnya rambut Ello dan Sandra Dewi, hitam berkilau, kuat, dan tanpa ketombe, misalnya saja dengan cara Sandra Dewi membelai rambut Ello ataupun Ello yang menarik rambut Sandra Dewi kuat-kuat. Selain itu iklan ini juga ditambahi dengan narasi yang memperjelas mengenai fungsi shampoo Clear untuk mengatasi ketombe dan mengurangi rambut rontok. Iklan ini cukup meyakinkan sehingga orang yang melihatnya dapat menjadi tertarik untuk mencoba shampoo Clear agar mempunyai rambut yang bagus seperti Ello dan Sandra Dewi, yang juga dikenal sebagai artis yang memiliki rambut yang bagus.

4. ENTERTAINING

Menghibur tidak harus selalu lucu, tetapi mempunyai arti yang luas yaitu memainkan emosi audience. Ketika audience sudah terbawa maka dengan mudah bersimpati terhadap brand yang diiklankan.

Dalam iklan Bebestar ini, anak-anak kecil berpakaian dan berjalan di catwalk seperti layaknya bintang-bintang internasional. Ada yang dimintai tanda tangan, di foto, dan di wawancarai. Lalu di samping catwalk ada para ibu yang menjadi fans-fans mereka. Maksudnya mudah ditebak: ingin anak anda menjadi bintang? Ikuti Bebestar 2011. Iklan ini menunjukkan sisi unik dan entertaining dengan adanya anak-anak yang bergaya layaknya superstar dewasa yang biasa kita lihat di TV. Hal itu dapat membuat orang mengingat iklan ini sehingga dengan kata lain juga mengingat brand Bebelac.

5. RELEVAN

Iklan yang baik tentu saja iklan yang saling berhubungan. Iklan yang disajikan dengan sangat hebat dan terkadang ngelantur dengan brand produk tersebut pada akhirnya. Segala cara tersebut hanya untuk satu tujuan yaitu brand tersebut.

Dalam iklan ini ada gambar pria yang memakai kaos berkerah dengan klip menempel di kerahnya, lalu ditambah dengan kalimat singkat yang menjelaskan mengenai klip kerah tersebut. Jika kita melihat iklan ini, kita akan berpikir bahwa iklan ini adalah iklan klip kerah yang bermerk “Collar Clips”. Tapi pemikiran itu salah besar, karena sebenarnya iklan ini adalah iklan bir merk “Miller”. Antara konsep iklan dengan produk yang sebenarnya diiklankan sama sekali tidak ada hubungannya, orang yang melihatnya pun pasti tidak akan menyangka bahwa sebenarnya ini adalah iklan bir.

6. ACCEPTABLE

Harus dapat diterima secara pribadi. Banyak iklan yang mengundang reaksi masyarakat karena dianggap melampui nilai-nilai ketimuran. Karena keanekaragaman budaya maka iklan di Indonesia ide kreatifnya masih dibatasi oleh norma-norma masyarakat.

Iklan untuk mempromosikan club ini menyita banyak perhatian masyarakat sekitar terutama dari para umat kristiani. Bagaimana tidak, iklan ini menggunakan sosok seorang Paus yang sedang bermesraan dengan wanita seksi dan memegang botol minuman keras. Iklan ini mungkin sukses untuk mempromosikan club nya agar dikenal banyak orang, tapi sayangnya hal yang lebih menonjol adalah reaksi penolakan keras dari para umat katolik. Dan daripada mempersuasi iklan ini malah hanya memberikan masalah karena tentu menimbulkan banyak kontroversi dan di banned. Harusnya yang membuat iklan lebih memikirkan lagi akibat dari konsep iklan yang tentu menghina para umat katolik di dunia.

Keep Shining,

VINA

Welcome back to my site! :)

Post ini merupakan post terakhir sebelum UTS (oh noooooo -.-), dan masih membahas seputar Positioning, lanjutan dari minggu lalu.

Oke, ga usah banyak basa-basi lagi, kita langsung masuk ke inti pembahasan :D

Menurut Ries & Trout, era periklanan dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :

♦ Masa Product Oriented

Dalam  Masa Product Oriented, ide kreatif dipusatkan pada karakteristik dan fitur produk. Pengembang teori ini adalah Rosser Reeves dari biro iklan TED yang berkembang menjadi USP ( Unique Selling Product ). Era ini disebut dengan Brand Positioning / Product Postioning.

Contoh : Tahu Sosis So Nice? Sosis So Nice membuat inovasi baru yaitu berupa sosis siap makan yang tinggal “lep”, hahaha.. :p Tentu sosis ini berbeda dengan sosis-sosis lain yang pada umumnya yang masih mentah dah perlu dimasak terlebih dahulu.

2. Masa Image Oriented

Memusatkan ide kreatif pada citra produk didalam taraf kehidupan masyarakat. Pengembang teori ini sendiri adalah David Olgivy. Era ini dikenal dengan nama Brand Image.

Contoh: mungkin sepintas logo Coca-Cola terlihat sama dari tahun ke tahun, tapi jika diperhatikan sebenarnya logo Coca-Cola selalu berevolusi lho! Hal ini mengesankan bahwa Coca-Cola bersifat dinamis :)

Dan ga cuma logo saja, tapi slogan dan desain botolnya pun berubah terus dari waktu ke waktu

sorry, ngga bisa nemu gambar evolusinya sampai tahun ini, tapi yang jelas botol coca-cola selalu berubah-ubah sampai sekarang ^^’

3. Masa Positioning Oriented

Memusatkan citra produk dalam benak pikiran masyarakat.  Tokohnya adalah Al Ries & Jack Trout. Dikenal dengan era Positioning Product.

Contoh: pasti kalian udah sering banget ngeliat berbagai macam iklan Coca-Cola, entah di TV, di jalan, dan dimanapun. Nah, dengan iklan yang terus-menerus seperti itu, maka masyarakat pun ga akan pernah lupa dengan keberadaan Coca-Cola ini :)

Begitu juga, ketika ada pertandingan sepakbola internasional pasti sering banget ngeliat logo Coca-Cola yang masuk di deretan sponsornya :D

Well, perlu kalian tahu bahwa sebenarnya Positioning merupakan penempatan suatu nama / merek produk di benak konsumen, sehingga nama tersebut akan selalu diingat konsumen.

Pesan yang selalu hilang dalam benak pikiran konsumen karena banyaknya produk yang telah diciptakan, setiap produk saling merebut tempat dibenak konsumen untuk menjadi produk unggulan.

Cara mudah masuk kedalam pikiran seseorang adalah dengan menjadi yang PERTAMA. Cara sulit masuk dalam pikiran seseorang adalah dengan menjadi yang KEDUA. Tapi meskipun sulit, BUKAN BERARTI bahwa ngga ada kesempatan kan :)

Terus gimana caranya jadi yang pertama kalo ada produk baru yang ingin jadi yang pertama, tapi ada kendala bahwa sudah ada produk lain yang muncul terlebih dahulu? Jawabannya adalah dengan menciptakan suatu ‘karakteristik’ tersendiri di dalam produk tersebut.

POSITIONING PEMIMIPIN

Yang membuat pemimpin ada, adalah karena terdapat para PENGIKUT didalamnya. Pemimpin tidak seharusnya mengusir para pesaingnya dari bisnis. Mereka membutuhkan pesaing untuk menciptakan sebuah kategori. Dalam ketidakstabilan pasar ada beberapa kategori 2 buah merek yang saling susuk menyusul.

Kekuatan sebuah produk bukan berasal dari kekuatan organisasi. Kekuatan sebuah organisasi berasal dari kekuatan produk.

Pemimpin sebuah pasar tidak akan membiarkan pesaingnya bertindak radikal untuk menjadi nomor 1. Pemimpin pasar yang cermat akan segera menutup lahan pemasaran dengan produknya. Bahkan menutup dengan berbagai macam merek baru, untuk menghadapi pesaingnya.

POSITIONING PENGIKUT

Norman Vincent Pale mengatakan bahwa kita sulit berfikir tentang positioning karena kita tidak pernah berfikir dengan arah yang berlawanan. Berfikir berlawanan arah dengan arah yang umum, maka kita akan menemukan sebuah “celah” dalam pikiran konsumen. Salah satunya dengan berfikir “celah harga mahal” dengan mempertimbangkan mutu dan cocok dengan produk lama.

Tujuan Positioning dengan Harga Mahal :

1. Menjadi yang pertama bagi konsumen

2. Untuk menampilkan posisi harga yang tinggi

3. Bercerita tentang produk yang kuat

 

Be Your Self,

 

VINA


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.